WISATA MUSEUM KERETA KRATON YOGYAKARTA

Museum Keretajogja1

WISATA MUSEUM KERETA KRATON YOGYAKARTA

0

 kyai_harsunobo1

kyai_jongwiyat1

 kyai jongwiyat1

Setelah mengunjungi Kraton Yogyakarta, tidak ada salahnya bila anda mengunjungi Museum Kereta Keraton Ngayogyakarta. Lokasinya sangat dekat dengan Keraton Yogyakarta, tepatnya di Jl. Rotowijayan Yogyakarta, atau sebelah barat bangunan Keraton Yogyakarta. Museum yang telah berdiri sejak masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono VII ini memiliki berbagai koleksi kereta kuda antik yang ber umur ratusan tahun milik Keraton Kesultanan Yogyakarta.
Beberapa kereta sudah tidak digunakan lagi Karena pertimbangan usia dan hanya dijadikan barang pusaka saja di keraton Tetapi beberapa kereta masih sering digunakan dalam upacara-upacara tradisi Keraton yogyakarta.
Setiap kereta yang berada di Museum Kereta Keraton merupakan benda pusaka keraton. kereta-kereta ini selalu mendapat penghormatan berupa sebuah ritual, yang dikenal dengan nama jamasan. Jamasan yang dilakukan meliputi kegiatan membersihkan, memandikan, dan memberi sesaji.
Biasanya Ritual jamasan diadakan pada Bulan suro. Ritual Jamasan diadakan di dua tempat, yakni di Gedong Pusaka dan di Museum Kereta Keraton Yogyakarta.
Di museum ini terdapat 23 kereta yang tersimpan rapi dan masing masing mempunyai nama sebagai berikut :

Kareta Kyai Jetayu.

Dibeli pada masa Sri Sultan HBVIII pada tahun 1931. Dipergunakan sebagai alat transportasi bagi putri-putri Sultan saat masih remaja. Ditarik oleh 4 ekor kuda dengan pengendali yang naik diatas kuda.
Kareta Kyai Kutha Kaharjo.

Dibeli pada jaman pemerintahan Sri Sultan HB IX, buatan Berlin tahun 1927. Dipergunakan untuk alat transportasi pada acara-acara penting yang diselenggarakan Kraton, ditarik oleh 4 ekor kuda.
Kareta Kyai Jongwiyat.

Buatan Belanda tahun 1880. dibuat pada masa pemerintahan Sri Sultan HB VII, dipergunakan pada saat untuk peperangan, Kereta ini ditarik oleh 6 ekor kuda. Beberapa bagian dari kareta ini sudah di renovasi, dan warna cat yang sudah pudar diganti menjadi kuning cerah.
Kareta Kyai Puspoko Manik.

Kareta buatan Belanda (Amsterdaam) yang dipergunakan sebagai alat transportasi acara-acara penting Kraton, termasuk sebagai pengiring pengantin. Ditarik oleh 4 ekor kuda.
Kareta Kyai Wimono Putro.

Dibeli pada masa pemerintahan Sri Sultan HB VI tahun 1860. Dipergunakan pada saat upacara pengangkatan putra mahkota. Kondisinya masih asli, Ditarik oleh 6 ekor kuda.
Kareta Kyai Jolodoro.

Buatan Belanda 1815. dibuat pada masa pemerintahan Sri Sultan HB IV. Kareta Jolodoro diperuntukkan sebagai kareta pesiar Sultan bersama Permaisuri dan dikendalikan oleh 4 ekor kuda.
Kareta Roto Biru

Buatan Belanda pada tahun 1901 pada masa Sri Sultan HB VIII. kareta ini berwarna biru cerah. Pada masanya kereta ini digunakan oleh panglima perang, dan ditarik oleh 4 ekor kuda

Kareta Garudo Yeksa.

Kareta buatan Belanda tahun 1861 pada masa Sri Sultan HB VI. Kareta ini diperuntukkan untuk penobatan seorang Sultan. Ditarik 8 ekor kuda, Kereta Garuda Yeksa Disebut juga sebagai Kareta Kencana.
Kyai Rejo Pawoko

Buatan tahun 1901 pada masa pemerintahan Sri Sultan HB VIII sering diguakan sebagai alat transportasi bagi adik-adik Sultan. Ditarik oleh 4 ekor kuda.
Kareta Landower.

Kareta ini dibuat i pada masa Sri Sultan HB VIII pada tahun 1901, buatan Belanda.. Ditarik oleh 4 ekor kuda.

Kareta Premili.

Kereta ini dibuat di Semarang pada tahun 1925. Dipergunakan untuk menjemput penari-penari Kraton. Ditarik oleh 4 ekor kuda.

Kareta Kus No:10

Buatan Belanda pada tahun 1901 pada masa Sri Sultan HB VIII. biasanya sa dipergunakan untuk iring iringan pengantin. dengan dominasi Cat berwarna kuning.
Kareta Kapulitin.

Merupakan kareta yang di pergunakkan untuk pacuan kereta kuda. Dibuat pada jaman pemerintahan Sri Sultan HB VII yang mempunyai Hobby olah raga berkuda. Kreta ini ditarik oleh 1 ekor kuda .

Kareta Kus Gading.

Dibuat pada masa Sri Sultan HBVIII. Buatan Belanda pada tahun 1901. Ditarik oleh 4 ekor kuda.

Kareta Roto Praloyo.

Merupakan kareta jenazah yang dibeli pada masa Sri Sultan HB VIII tahun 1938. Kareta ini dipergunakanuntuk membawa jenazah Sultan dari Kraton menuju Imogiri. Ditarik oleh 8 ekor kuda.

Kereta Kyai Harsunaba.

Kareta ini diperuntukkan sebagai sarana transportasi sehari-hari dari masa Pemerintahan Sri Sultan HBVI-VIII. Buatan Belanda pada tahun 1870. Ditarik oleh 4 ekor kuda.

Kareta Kyai Manik Retno

Dibeli pada masa pemerintahan Sri Sultan HB IV tahun 1815, buatan Belanda. Merupakan kareta untuk pesiar Sultan bersama permaisuri. Ditarik oleh 4 ekor kuda.

Kareta Kanjeng Nyai Jimad.

Merupakan pusaka Kraton, buatan Belanda tahun 1750. Diperuntukkan sebagai alat transportasi sehari-hari Sri Sultan HB I – III. Ditarik oleh 8 ekor kuda. Kondisinya masih asli.
Kareta Mondro Juwolo
Kereta Mondro Juwolo ini dulu sering dipakai oleh Pangeran Dipenogoro. Buatan Belanda tahun 1800. Ditarik oleh 6 ekor kuda.

Kereta Landower Wisman.

Dibeli dari Belanda pada tahun 1901 pada masa pemerintahan Sri Sultan HB VIII, Dipergunakan sebagai alat transportasi ketikat melakukan penyuluhan pertanian. Ditarik oleh 4 ekor kuda.

Kereta Landower Surabaya.

Kareta ini dibuat pada masa Sri Sultan HB VII dan baru dipergunakan pada masa pemerintahan Sri Sultan HB VIII. buatan Swiss. dipergunakan sebagai alat transportasi penyuluhan pertanian di Surabaya.

Kyai Noto Puro.

Kareta ini buatan Belanda pada masa pemerintahan Sri Sultan HBVII pada masanya kereta ini dipergunakan dalam peperangan. Beberapa bagian dari Kereta ini sudah direnovasi. Ditarik oleh 4 ekor kuda.
Museum ini dibuka untuk umum dengan tiket masuk seharga Rp. 3.000,- dan tiket kamera Rp. 1.000,-
Anda bisa mengunjungi Museum kereta yogyakarta, dengan menggunakan jasa sewa Mobil yogya murah Nuansa Transport,
Info selengkapnya silahkan menghubungi kami
jogja rent a car
Nuansa transport, rental mobil jogja murah.
Telpon:
• XL 0878 3974 1888 (whatsapp, LINE)
• Simpati 0813 2511 8881
kami juga menyediakan paket wisata jogja, dan beberapa paket wisata menarik lainnya sesuai dengan pilihan anda.

Leave a Reply

    No Twitter Messages.